Temanggung, Kamis 30 April 2026 – H. Wibowo Prasetyo, anggota DPRD RI Komisi VIII, tengah menyelenggarakan Reses DPR RI Komisi VIII bersama Pusat Kajian Bahasa, Budaya, dan Gender (PKBBG) Temanggung. Acara ini digelar untuk menyerap aspirasi masyarakat mengenai kebudayaan yang ada di Temanggung.
Kegiatan ini dihadiri oleh 50 warga Temanggung dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, tokoh agama, pegiat seni, guru dan kepala lembaga, hingga mahasiswa. Acara berlangsung dengan sangat khidmat dan interaktif antara pembicara dan audiens.
Ki Gunawan, seorang pegiat kebudayaan, turut menampilkan beberapa koleksi tokoh wayangnya. Ia memaparkan ciri khas yang membedakan wayang gaya Yogyakarta dan wayang Kedu. Ciri khas yang unik di antara keduanya menjadi sorotan menarik dalam diskusi.
"Wayang ini bisa kita selami dengan kearifan yang ada di dalamnya, terutama bagi masyarakat Temanggung. Melalui wayang Kedu Temanggungan ini, saya kira kita bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kita harus bisa nguri-uri budaya agar tidak kepaten obor," ujar H. Wibowo Prasetyo.
Harapannya, dengan diadakannya acara ini, tumbuh kepedulian terhadap pentingnya menjaga warisan budaya. Budaya bukan hanya warisan yang akan diturunkan sebagai cerita atau dongeng semata, melainkan suatu warisan yang wajib dilestarikan oleh anak cucu kita.
"Wayang ini bukan sekadar tontonan, namun juga tatanan, tuntunan, dan tuntutan," pungkasnya.
Demikianlah laporan kegiatan reses yang berlangsung hangat dan penuh makna di Temanggung. Semoga aspirasi yang terserap dapat ditindaklanjuti oleh pihak legislatif dan pemerintah daerah, sehingga pelestarian budaya lokal, khususnya wayang Kedu Temanggung, semakin mendapat tempat di hati masyarakat luas. Warisan budaya bukanlah masa lalu yang usang, melainkan lentera yang menerani peradaban bangsa ke depan.

0 Komentar