Temanggung, 22 April 2026 — Tim penelitian Game Edukasi Berbasis Kearifan Lokal (Gak Kenal) sukses menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kampung Sawah, Temanggung, sebagai bagian dari upaya pengembangan media pembelajaran interaktif yang mengangkat kekayaan budaya lokal agar tetap dikenal dan diminati oleh generasi muda di era digital. Kegiatan ini difokuskan pada penyelarasan konsep dan prinsip pengembangan game edukasi yang tidak hanya unggul dari segi visual, tetapi juga mampu menjadi sarana efektif dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya daerah, khususnya di Kabupaten Temanggung.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., selaku Rektor INISNU Temanggung yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa game edukasi memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus berdampak. Ia menegaskan bahwa integrasi unsur budaya lokal ke dalam teknologi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan merupakan strategi penting dalam menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh M. Fadloli Al Hakim, S.Pd., M.Or., selaku Ketua Tim Peneliti sekaligus Ketua Pusat Sistem Arsip Data dan Informasi INISNU Temanggung, yang menjelaskan konsep teknis pengembangan game dengan fokus pada penguatan narasi sejarah lokal sebagai inti permainan.
Dalam pengembangannya, game ini mengangkat beberapa poin utama, yaitu pengenalan sembilan desa kuno di Temanggung yang memiliki nilai historis tinggi sebagai konten utama permainan, integrasi narasi sejarah Pikatan ke dalam alur cerita (storyline) agar lebih interaktif dan edukatif, serta penguatan kolaborasi multisektor melalui keterlibatan pendidik, budayawan, dan pelaku industri kreatif. Melalui kegiatan ini, tim peneliti berharap dapat melahirkan inovasi digital yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal, sehingga game edukasi yang dikembangkan mampu menjadi jembatan antara budaya tradisional dan generasi digital masa kini.

0 Komentar