Inisiasi Muda-mudi Membangun Temanggung Melalui Temanggung Bergerak Festival 2026

 

Pembuatan zine, 06 September 2026 

Temanggung -Minggu, 6 September 2026 di Sanggar Belajar Universitas Balakarta (RT 02, RW 05 Dusun Nogo, Desa Salamsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung) berlangsung kegiatan Temanggung Bergerak Festival yang lahir melalui inisiasi muda-mudi Temanggung dengan membuat perayaan keberagaman ekspresi dalam satu semangat sama untuk bergerak bersama dengan tema, “Membangun Temanggung dan Temanggung Membangun” yang terinspirasi dari buku yang pernah ditulis oleh Bung Hatta, “Membangung Koperasi dan Koperasi Membangun”.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dalam kurun waktu 2 minggu di bulan September 2026 di tiap weekend tanggal 5,6,12, & 13. Kegiatan ini ada sebab Temanggung seringkali dilihat sebagai daerah yang lumayan tertinggal dan paling tidak punya apa-apa, namun itu hanya sesuatu yang nampak dari kejauhan. Padahal Temanggung turut menyimpan potensi, kreativitas, dan energi kolektif senantiasa terus bergeliat yang pada akhirnya Temanggung Bergerak Festival ini menjadi ruang bagi warga bertemu, berbagi gagasan, menampilkan karya, serta merayakan ekspresi untuk bergerak bersama membangun Temanggung melalui potensi yang ada di Temanggung. Kegiatan ini menggunakan nama ‘Bergerak’ sebagai bentuk nyata bahwa Temanggung yang jauh dari pusat dan nampak hidden gem ini ternyata senantiasa bergerak, bukan hanya sebagai jargon belaka. Bergerak sebagai upaya mengeja zaman ini dengan menggandeng berbagai komunitas di Temanggung yang kiranya mulai menjamur menjadi hal utama, seperti yang disampaikan Khoirul Atfifudin selaku koordinator kegiatan ini agar mengenalkan kepada masyarakat secara luas bahwa di Temanggung terdapat geliat semangat berkolektif.

Kegiatan selama 4 hari ini membahas sisi Temanggung secara kompleks untuk pembangunan Temanggung. Dimulai dari diskusi pembangunan desa bersama Singgih Susilo Kartono selaku sosok revitalisasi desa yang terkenal melalui penemuan sosialnya berupa Pasar Papringan, Radio Magno, dan Spedagi, sebab mengapa desa dianggap penting dikarenakan ruang lingkup Temanggung memanglah sebagian besar wilayahnya pedesaan dan menjadi salah satu hal aspek yang penting serta langkah awal membangun Temanggung. Lalu diskusi yang membahas terkait perempuan dan ruang aman dikomandoi oleh Rusti Dian selaku founder Her Voice Temanggung, ini penting sebab perempuan merupakan pondasi terpenting untuk keberlanjutan sebuah daerah. Tak luput diskusi mengenai Temanggung masa lalu bersama Sejarahtmg untuk meraba Temanggung di masa depan, menyoal wisata Temanggung yang sebenarnya dibawa ke mana, salah dua komoditi penting di Temanggung: Kopi dan Tembakau, serta diskusi yang membakar semangat berkolektif di Temanggung yang memang sedang bergeliat maju. Selain diskusi juga ada workshop keterampilan pembuatan zine dan penampilan musik dari dua musisi asli Temanggung yaitu Khayalan Awan dan Umar Haen.

Temanggung Bergerak Festival ini ditegaskan tidak hanya seremonial belaka, namun diharapkan menjadi ruang publik alternatif untuk membangun Temanggung. Melalui kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa pergerakan tidak harus ada di pusat kota, melainkan bisa melalui sudut-sudut desa serta ruang-ruang komunitas, dan dari orang-orang yang percaya bahwa masa depan dapat dibangun bagi mereka yang memilih untuk bergerak. Semoganya dapat tumbuh menjadi agenda tahunan yang dinantikan dengan tema-tema yang senantiasa berkembang melenturkan dinamika sosial yang dihadapi masyarakat khususnya di Temanggung untuk terus bergerak. 


Posting Komentar

0 Komentar